Hehehe... apa keinginanku terlalu konyol ya, apa aku terlalu naif jika menginginkan suatu saat mempunyai seorang anak" yang sholeh-sholehah... melihat kejadian semalam ini, batinku benar" tersentak.. melihat kelakuan masQ yang seperti itu, berapa kali ia mengecewakan orangtuanya sampai-sampai ia membuat ayahQ menangis tersendu kayak gt... padahal dari dulu, aq selalu ngalah ma dia, selalu saja aq ngerasa g pernah diperlakukan adil, secara dy pintar, ganteng.. tapi apa untuk pertama kalinya aq lihat ayahQ menangis gara-gara sikapnya, ya Allah apa aku salah jika aq mengingkan anak yang sholleh nantinya. apa prinsipQ yang selama nie aq anut salah, apa aq menjadi pribadi yang lebih religi itu suatu kesalahan... apa aq terlalu milih orang itu salah, terlihat dari cover awal yang bagus saja belum tentu hubungan itu aka mulus-mulus saja kok, pa lagi yang dah amburadul g karuan, aku percaya kok apa yang kita lakukan pasti kan tertuai juga cepat atoo lambat... Maka dari itu, ketika aq mengingkan adanya seorang anak yang sholeh harus mulai perbaiki diri duluu diri ini, kemudian pria tsb juga bukan sekedar saja... namun yang berkualitas, ya Allah aq yakin pria yang baik hanya untuk wanita yang baik" pulakan.. apa yang pernah kita lakukan suatu muda nanti maka akan diwariskan ke anak kita, naudzubillahi mindzalik jangan sampai aq membuat kejadian serupa yang pernah dia alami. Sungguh dijadikan sebagai pelajaran saja, jangan ditertawakan. karena bagaimanapun dia adalah seorang manusia biasa kakakQ pula, didoakan saja semoga permasalahan tsb cepat terselesaikan, dan jangan sampai aq ulangi. diambil pelajaranya saja.
Bahwa sebagai perempuan kita jangan sampai gampang mengambil satu pilihan mengenai seorang pria, jangan asal gampang diterima.. kenali ia lebih jauh, pelajari watak n karakter orang tersebut bukan apa-apa karena nantinya kita akan hidup bersama deengannya seumur-hidup..
And jangan pernah bentak-bentak orang tua lagi ya mut, g boleh sayang itu dosa besar!!! km ingat apa" yang ada dirumah nie hasil dari kerja keras ibu jadi
ikuti jejak ibu, yang sungguh hasil kerja keras yang mandiri.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar