Minggu, 01 Juli 2012

Mencari makna... versi ku

        Menyadari kesalahan dimasa lalu terkadang membuat ku pilu, ingin sekali rasanya terbangun dan lari dari masa itu tapi bagaimana masa itu sudah terjadi semua itu sudah tergoreskan menjadi goresan tinta dilembaran buku kehidupanku. Miris ketika mendengan kesalahan -kesalahan itu mereka ucapkan dan selalu diungkit-ungkit di belakang ku aku menyadari g kan ada manusia yang benar-benar suci tanpa celah karena manusia g da yang sempurna. kesalahan demi kesalahan itu akan menjadikan sebuah proses untukku dalam mencapai pengertian kebenaraan itu sendiri, sikap idealis pada masa lalu yang membuat definisi menjadi terkotak-kotak kan yang satu dengan yang lain... sebuah keidealisme-an yang sebenarnya itu sebuah keyakinan yang terus dan selalu ku bawa demi menjaga sebuah prinsip kehidupan. Aku sadar banyak pula kiritik yang dilontarkan masa itu namun membuatku tak gentar tuk mempertahankannya sampai pada akhirnya aku menemukan sebuah sandungan yang amat berat untukku berdiri kembali aku terjatuh sejatuh, aku sadar waktu itu ternyata hati ini masih lemah dalam menjaga sebuah komitmen, jiwa ini masih terlalu muda dalam menjaganya, hati masusia selalu saja berbolak-balik terkadang bilang A, nanti bisa bilang B terlampau sulit dalam mempertahankanya. Aku terjatuh karena ulah sendiri bukan sebuah pertolongan yang aku dapatkan namun aku cercaan hingga pada akhirnya aku terjatuh di sebuah jurang, saat aku membuka mata aku menyadari bahwa orang-orang yang ada di sekitar menertawakan kan menghina sejadi-jadinya.
Jiwaku terguncang, batinku mengigil ada apa ini?? kenapa bisa terjadi


        Ya Allah, apa yang terjadi terhadap diri ini. kata-kata yang selalu aku ucapkan dihati ialah "tunggu ja nanti aku kan buktikan bahwa kan ku temukan suatu kedamaian abadi yang sesuai dengan apa yang aku anut selama nie", kenapa aku menyakini hingga seperti itu karena aku tau itu aku berada dijalanNya. Hanya mungkin bahasa dan cara mengkomunikasikannya yang keliru waktu itu.
        Aku menyadari keangkuhan dan kesombongan yang membuat bekunya sebuah hati manusia, seperti kata pak Jauhari janganLah menjadi orang "kafir" kekafiran yang dimaksud ialah menolak sebuah kebenaraan. atau yang lebih dikenal dengan sikap skeptis menjaga jarak. menjaga jarak antara ilmu pengetahuan yang baru, tak mau berusaha mencari kebenaraan. Alias sombong tadi merasa sudah cukup puas akan definisi yang aku peroleh selama nie. benturan keras yang aku alami membuatku tertegun untukku bersikap dan bertindak sebaiknya mungkin tak seharusnya aku bersikap seperti itu dan tidak semua salah... ada beberapa point yang memang harus aku benahin


        Ya, Robbi tepatnya aku sudah 1 thn lebih berada di kampuz baru ku ini, banyak sekali yang aku tak ketahui. namun disini aku benar-benar di bawa kearah cahaya batin yang memang aku perlukan, yang aku ketahui hanya sebatas pengetahuan di permukaan belum mencapai pengetahuan secara keseluruhan tapi aku bersyukur setidaknya pikiran dan batinku diarahkan kejalan yang memang aku perlukan. Banyak makna-makna baru yang diperoleh antara lain dari buku-buku, televisi, teman, serta beberapa materi yang mendukung dikampuzku. antara 2 semester ini yang mampu mengubah paradigma baru ku. Sungguh aku merasa sangat bersyukur dikenalkan dengan beberapa materi seperti filsafat, al-quran, hadis, sejarah, PSI semuanya karena aku belajar dari seseorang yang mungkin juga pernah mengalami suatu dinamika kehidupan atau suatu titik dimana seseorang itu memerlukan suatu perenungan yang panjang, dalam mencapai suatu pendewasaan dirinya(dosen melalui petuah-petuah). dan materi-materi itu bukan hanya sekedar materi namun sesuatu yang diperlukan oleh batin dan pikiranku, bukan hanya sekedar materi kosong yang setiap jam selesai udah selesai tanpa bekas, Lebih dari itu tidak hanya dikaji perlu untuk dihayati dipahami apa maksud dan makna syukur-syukur bisa diamalkan...
        Peristiwa demi peristiwa yang aku alami ini tak lepas dari peran seorang pria(bukan pria dikampuzQ) yang ditunjuk oleh tuhan untuk mengarahkan pikiranku ini kembali kepadaNya, melalui  peran pria tersebut hatiku sebenarnya selalu mencari kebenaran- dan kebenaran itu sendiri, kisah di balik ini semua bersamanya. sesosok yang ambisius humoris dan berjiwa seni tinggi, seorang pria yang menurutku dia lembut jika bersikap kepada ku hihihiii....
seorang pria biasa yang memiliki cinta yang tulus yang aku lihat disana dari tatapan dan senyuman itu tak tega rasanya jiwa ini menghancurkan mimpi-mimpinya.. hampir seperti malaikat dia g pernah marah, apakah pria bisa bersikap seperti itu ya kepada sesorang yang ia cintai, aku sungguh beruntung pernah berada dalam kehidupannya pertemuan kami hanya singakat awalnya namun berbekas dan menimbulkan bekas yang berarti. yah aku menyadari bahwa cinta itu bisa memberikan arti sebuah di kehidupan sesorang, tidak bisa mansia hidup tanpa cinta sekalipun cinta yang menyakitkan hehehe, karena itu sudah menjadi sebuah konsekuensi di dalam cinta ya putus, kalo g lanjut ya putus.. berani pacaran ya berani diputus to...
        Sungguh aku bersyukur mengenalnya sikapnya yang seperti itu bisa megubah paradigmaku terhadap sesuatu dan bagaiman dalam mempertahankanya, dan kolaborasi antara materi kuliah dengan peristiwa yang selama nie aku alami. Menimbulkan suatu persepsi baru, akan bersikap bertindak dan aku bisa mengatakan aku bersyukur pernah berada dititik itu.... yah setidaknya di dalam otakku ada usaha proses mencari dan mengolah kebenaran tersebut, walaupun pada akhirnya aku kalah dan mengikuti padangan mereka namun tak mengapa karena itu sebuah perjuangan dalam mencari sebuah arti kebenaran itu sendiri "versi ku".
Sekarang dah semester iii nih, apa resolusi kedepan???  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar