Jika semua yang kita kehendaki terus kita MILIKI, darimana kita belajar IKHLAS
Jika semua yang kita impikan segera TERWUJUD, darimana kita belajar SABAR
Jika setiap do’a kita terus DIKABULKAN, bagaimana kita dapat belajar IKHTIAR
Seorang yang DEKAT dengan TUHAN, bukan berarti tidak ada AIR MATA
Seorang yang TAAT pada TUHAN, bukan berarti tidak ada KEKURANGAN
Seorang yang TEKUN berdo’a, bukan berarti tidak ada masa masa SULIT
Biarlah TUHAN yang berdaulat sepenuhnya atas hidup kita, karena TUHAN TAU yang tepat untuk memberikan yang TERBAIK
Ketika kerjamu tidak dihargai, maka saat itu kamu sedang belajar tentang KETULUSAN
Ketika usahamu dinilai tidak penting, maka saat itu kamu sedang belajar KEIKHLASAN
Ketika hatimu terluka sangat dalam maka saat itu kamu sedang belajar tentang MEMAAFKAN
Ketika kamu lelah dan kecewa, maka saat itu kamu sedang belajar tentang KESUNGGUHAN
Ketika kamu merasa sepi dan sendiri, maka saat itu kamu sedang belajar tentang KETANGGUHAN
Ketika kamu harus membayar biaya yang sebenarnya tidak perlu kau tanggung, maka saat itu kamu sedang belajar tentang KEMURAH – HATIAN
Tetap Semangat ….
Tetap Sabar ….
Tetap Tersenyum ...
Karena kamu sedang menimba ilmu di UNIVERSITAS KEHIDUPAN
TUHAN menaruhmu di “tempatmu” yang sekarang, bukan karena “KEBETULAN”.
Orang yang HEBAT tidak dihasilkan melalui kemudahan, kesenangan, dan kenyamanan.
MEREKA di bentuk melalui KESUKARAN, TANTANGAN & AIR MATA Memang setiap diri kita terkadang ingin serba instan, menggapai sesuatu ingin dengan cepat, tanpa mau bekerja keras, Padahal setiap keberhasilan akan selalu ada hambatan, tantangan, kendala bahkan air mata dan pengorbanan. Ini semua harus disikapi dengan kerja keras, ketekunan, kesabaran, pantang menyerah dan ketangguhan untuk hasil yang lebih baik.
Kalaupun memang kita sudah bekerja keras, tekun, tangguh, sabar, ikhtiar yang maksimal dan disertai do’a, namun di mata masih terlihat gagal, tapi yakinlah di hadapan Allah tidak ada yang sia-sia.
kutipan dari Apple
Ikhasa itu sulit tapi aku yakin akan aku tuai hasilnya nanti. Allah tau yang aku butuhkan bukan yang aku MAU!!!!
Kamis, 24 Januari 2013
Rabu, 23 Januari 2013
Lebih berhati-hati saja
Golongan Yang Manakah Anda ?
------------------------------------
Betapa beragamnya sifat dan karakter manusia.
Dan menilai orang lain adalah lebih mudah daripada menilai diri sendiri.
Karena orang lain terpampang di hadapan kita, sedangkan yang menempel di badan kita tidak terpampang, kecuali bila kita bercermin.
Ada beberapa orang yang sering keluar rumah dengan baju terbalik, namun ia tidak merasa, dan orang-orang yang berpapasan dengannya memandangnya dengan pandangan aneh, maka bila ia ditegur niscaya ia akan segera membenahinya, atau ada juga yang cuek-cuek saja.
Pantaslah bila al Khalifah Umar bin Khattab berkata:
رَحِمَ اللَّهُ مَنْ أَهْدَى إليَّ عُيُوبِي
"Semoga Allah merahmati orang yang menghadiahkan (menampakkan) padaku aib-aibku".
Dengan teguran atau kritikan, seorang hamba akan lebih mudah mengetahui kekurangan dirinya, dan dengannya pula ia dapat memperbaiki kekurangannya itu.
Namun tidak semua orang bisa menerima kritikan atau teguran dengan lapang dada, maka di bawah ini ada satu pertanyaan dan beberapa coretan untuk mengenali diri kita, mengkritisi sifat dan karakter diri sendiri, yang disadur dari perkataan Ibnul Qayyim dalam kitabnya al Fawaid hal 155 , semoga dengan itu kita bisa berbenah diri.
Termasuk golongan manakah anda ?
Golongan A atau golongan B ?
Golongan A :
- Bertambah ilmunya, bertambah ketawadhu'annya, bertambah kasih sayangnya.
- Bertambah amal kebajikannya, bertambah ibadahnya, bertambah kebaikannya, bertambah pula rasa takut dan kehawatirannya.
Takut amalannya tidak diterima.
Khawatir ada dosa-dosa tersembunyi yang dapat menggugurkan amalannya.
Takut tidak ikhlas atau terselip niat lain ketika melakukannya.
Takut kwantitasnya yang banyak itu ternyata tidak berkwalitas di timbangan akhirat.
- Bertambah umurnya, maka berkuranglan ambisi duniiawinya.
Semakin zuhud hidupnya, semakin berhati-hati dalam urusan halal haram, karena ia yakin sisa umurnya tidaklah banyak, dan semuanya akan ia tinggal.
- Bertambah hartanya maka bertambah pula derma dan sedekahnya.
Semakin mudah uang itu terlepas dari tangannya, semakin banyak fakir miskin yang dibantunya, semakin jarang menolak pengemis.
- Bertambah kedudukannya dan jabatannya; bertambah kedekatannya kepada manusia dan keterbukaannya membantu menyelesaikan urusan mereka, dan berendah hati di hadapan mereka.
Golongan B :
- Bertambah ilmunya, bertambah pula kecongkakannya dan kesombongannya.
Semakin alim, semakin meremehkan orang lain, merendahkan mereka.
Semakin banyak buku yang dibaca, semakin merasa orang yang paling hebat.
- Bertambah amal kebaikannya; semakin bertambah kebanggaannya, seakan hanya ia yang bakal masuk surga, dialah orang yang paling ahli ibadah dan orang lain tidaklah seperti dirinya.
Seakan hanya dia yang shalat di malam hari, dan orang lain nyenyak dalam tidurnya.
Seakan hanya dia yang puasa senin kamis, sedang orang lain sibuk dengan makanan dan minumannya.
- Bertambah umurnya, semakin bertambah ambisinya.
Seakan ia tidak akan mati, tambah tua tambah jadi.
Siang malam dunia dan harta yang dipikirkannya.
- Bertambah hartanya, bertambah pula kekikirannya.
Selalu perhitungan ketika berderma, selalu mikir ketika ada yang perlu dibantu.
Semakin sulit mengeluarkan isi dompetnya, seakan lengket di kantongnya dengan lem besi.
- Bertambah kedudukannya dan jabatannya bertambah, pula kesombongannya, tidak mudah membantu orang, bahkan semakin sulit untuk dijumpai.
Setiap pribadi seharusnya mengenali sifat-sifat dan kepribadiannya, bila ia termasuk golongan yang pertama, maka bersyukurlah atas karunia Allah Taala dan rahmat-Nya, karena itu adalah tanda-tanda kebahagian dan kesuksesan baginya di dunia dan kelak di surga yang abadi.
Dan bila termasuk golongan yang kedua, maka bersegerahalah beristighfar dan meminta petunjuk dari Allah Taala agar dapat merubah diri, karena hal itu adalah tanda-tanda kesengsaraannya di dunia, menuju kesengsaraan di dalam siksaan neraka.
copas dari https://www.facebook.com/InspirasiIslami1/posts/470336679690705
------------------------------------
Betapa beragamnya sifat dan karakter manusia.
Dan menilai orang lain adalah lebih mudah daripada menilai diri sendiri.
Karena orang lain terpampang di hadapan kita, sedangkan yang menempel di badan kita tidak terpampang, kecuali bila kita bercermin.
Ada beberapa orang yang sering keluar rumah dengan baju terbalik, namun ia tidak merasa, dan orang-orang yang berpapasan dengannya memandangnya dengan pandangan aneh, maka bila ia ditegur niscaya ia akan segera membenahinya, atau ada juga yang cuek-cuek saja.
Pantaslah bila al Khalifah Umar bin Khattab berkata:
رَحِمَ اللَّهُ مَنْ أَهْدَى إليَّ عُيُوبِي
"Semoga Allah merahmati orang yang menghadiahkan (menampakkan) padaku aib-aibku".
Dengan teguran atau kritikan, seorang hamba akan lebih mudah mengetahui kekurangan dirinya, dan dengannya pula ia dapat memperbaiki kekurangannya itu.
Namun tidak semua orang bisa menerima kritikan atau teguran dengan lapang dada, maka di bawah ini ada satu pertanyaan dan beberapa coretan untuk mengenali diri kita, mengkritisi sifat dan karakter diri sendiri, yang disadur dari perkataan Ibnul Qayyim dalam kitabnya al Fawaid hal 155 , semoga dengan itu kita bisa berbenah diri.
Termasuk golongan manakah anda ?
Golongan A atau golongan B ?
Golongan A :
- Bertambah ilmunya, bertambah ketawadhu'annya, bertambah kasih sayangnya.
- Bertambah amal kebajikannya, bertambah ibadahnya, bertambah kebaikannya, bertambah pula rasa takut dan kehawatirannya.
Takut amalannya tidak diterima.
Khawatir ada dosa-dosa tersembunyi yang dapat menggugurkan amalannya.
Takut tidak ikhlas atau terselip niat lain ketika melakukannya.
Takut kwantitasnya yang banyak itu ternyata tidak berkwalitas di timbangan akhirat.
- Bertambah umurnya, maka berkuranglan ambisi duniiawinya.
Semakin zuhud hidupnya, semakin berhati-hati dalam urusan halal haram, karena ia yakin sisa umurnya tidaklah banyak, dan semuanya akan ia tinggal.
- Bertambah hartanya maka bertambah pula derma dan sedekahnya.
Semakin mudah uang itu terlepas dari tangannya, semakin banyak fakir miskin yang dibantunya, semakin jarang menolak pengemis.
- Bertambah kedudukannya dan jabatannya; bertambah kedekatannya kepada manusia dan keterbukaannya membantu menyelesaikan urusan mereka, dan berendah hati di hadapan mereka.
Golongan B :
- Bertambah ilmunya, bertambah pula kecongkakannya dan kesombongannya.
Semakin alim, semakin meremehkan orang lain, merendahkan mereka.
Semakin banyak buku yang dibaca, semakin merasa orang yang paling hebat.
- Bertambah amal kebaikannya; semakin bertambah kebanggaannya, seakan hanya ia yang bakal masuk surga, dialah orang yang paling ahli ibadah dan orang lain tidaklah seperti dirinya.
Seakan hanya dia yang shalat di malam hari, dan orang lain nyenyak dalam tidurnya.
Seakan hanya dia yang puasa senin kamis, sedang orang lain sibuk dengan makanan dan minumannya.
- Bertambah umurnya, semakin bertambah ambisinya.
Seakan ia tidak akan mati, tambah tua tambah jadi.
Siang malam dunia dan harta yang dipikirkannya.
- Bertambah hartanya, bertambah pula kekikirannya.
Selalu perhitungan ketika berderma, selalu mikir ketika ada yang perlu dibantu.
Semakin sulit mengeluarkan isi dompetnya, seakan lengket di kantongnya dengan lem besi.
- Bertambah kedudukannya dan jabatannya bertambah, pula kesombongannya, tidak mudah membantu orang, bahkan semakin sulit untuk dijumpai.
Setiap pribadi seharusnya mengenali sifat-sifat dan kepribadiannya, bila ia termasuk golongan yang pertama, maka bersyukurlah atas karunia Allah Taala dan rahmat-Nya, karena itu adalah tanda-tanda kebahagian dan kesuksesan baginya di dunia dan kelak di surga yang abadi.
Dan bila termasuk golongan yang kedua, maka bersegerahalah beristighfar dan meminta petunjuk dari Allah Taala agar dapat merubah diri, karena hal itu adalah tanda-tanda kesengsaraannya di dunia, menuju kesengsaraan di dalam siksaan neraka.
copas dari https://www.facebook.com/InspirasiIslami1/posts/470336679690705
Kekasih Halal
Aku telah lelah memilih memilah mencari lelaki
Siapa kah dirinya yang kan menjadi kekasih halal ku
tiba-tiba aku terpana ada kejutan tak terduka
dia priaa berpeci hitam, hatiku tergoda tergugah
tak cuma parasnya yang indah
dia baik dia sholeh
dia pria berpeci hitam bawalah diriku padanya
tak akan habis ku berdoa jadi kekasih halalnya
jadi kan diri ku halal memluk halal menciummu
lekaslah jangan tunda untuk menjadi kekasih halal mu...
--A.M.I.N--
Siapa kah dirinya yang kan menjadi kekasih halal ku
tiba-tiba aku terpana ada kejutan tak terduka
dia priaa berpeci hitam, hatiku tergoda tergugah
tak cuma parasnya yang indah
dia baik dia sholeh
dia pria berpeci hitam bawalah diriku padanya
tak akan habis ku berdoa jadi kekasih halalnya
jadi kan diri ku halal memluk halal menciummu
lekaslah jangan tunda untuk menjadi kekasih halal mu...
--A.M.I.N--
Langganan:
Postingan (Atom)